Beberapa belakangan tahun ini penjualan smartphone semakin meningkat, namun tak sedikit terdapat sejumlah pedagang nakal yang menjual smartphone replika atau imitasi. Biasanya smartphone replika dibuat berkualitas rendah dengan model yang menyerupai brand-brand smartphone terkenal, seperti samsung dan iPhone.

smartphone

Untuk membedakan smartphone asli atau palsu, awalnya memang sulit. Sebab, smartphone replika kini semakin nekat dibuat mirip dengan yang aslinya. mulai dari sistem yang sama-sama berbasis android, box, dan kelengkapan, bahkan yang lebih parahnya lagi, nekat memasangkan segel mirip dengan yang resmi.

Meskipun demikian, kita tak perlu khawatir sebab smartphone replika masih dapat diteliti lewat mata telanjang. Berikut ini adalah cara membedakan smartphone antara asli dengan yang palsu.

1. Layar

Handphone yang replika layarnya tidak jernih, gambarnya pecah-pecah, dan tampak kasar. Sementara yang asli gambarnya jernih, tidak pecah, dan halus gambarnya, meskipun sudah diauto brightness, layar yang asli tetap lembut dan adem melihatnya.

2. Dus

Dus smartphone Samsung Galaxy Note 4 yang palsu mudah luntur, terbuat dari kertas non daur ulang , dan serat kertasnya kasar, dan warnanya cokelat tua. Sementara dus Galaxy Note 4 yang asli terbuat dari bahan daur ulang yang rapi, teksturnya lembut, warnanya cokelat muda.

3. Logo

Cobalah usap logo brand di plastic. jika Logo brand pelastik tersebut menempel di tangan anda, dipastikan bahwa handphone itu adalah replika. Berbeda dengan handphone yang asli, pelastik logo brand tidak akan membekas di tangan anda.

4. Stiker

Ciri-ciri smartphone palsu adalah stikernya berbahasa inggris. Kalau smartphone yang asli stikernya berbahasa Indonesia, sebab semua handphone resmi yang masuk harus melewati DIRJENPONSTEL.

5. Letak Speaker dan Tombol Home

Letak tombol home dan speaker smartphone yang replika tidak beraturan, penempatan tombolnya jauh dari casing, tidak ada nilai estetikanya.

6. Kamera

Jika kita menggunakan fitur kamera, handphone yang palsu menghasilkan gambar yang jelek dan tidak sesuai dengan performanya.

Sebelum melakukan pembelian, direkomendasikan melakukan perjanjian kepada penjual, berhak membawa handphone ke Service Center untuk memastikan perangkat yang telah dibeli apakah replika atau bukan. Jika perlu perjanjian di atas kertas untuk memberikan efek takut kepada calon penjual replika. Jangan tergiur dengan harga yang murah, mahal sedikit yang penting aman.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY