Bayangkan hanya perlu berada di bawah lampu jalan untuk mendapatkan akses internet, atau mendownload film dengan hitungan detik dari lampu di meja Anda. Tampaknya hal itu akan terwujud di masa depan. Ada teknologi baru untuk memenuhi permintaan konektivitas nirkabel kecepatan tinggi yang semakin meningkat. Gelombang radio atau yang biasa disebut dengan WiFi akan diganti dengan gelombang cahaya dalam metode baru transmisi data yang disebut LiFi (Light Fidelity).

laptop-users-touched-by-god-lifi-640x353

Lampu yang berkedip-kedip biasanya bisa sangat mengganggu, namun tidak untuk teknologi yang satu ini. Teknologi ini memungkinkan cahaya yang berkedip digunakan untuk transmisi data nirkabel. Light Emitting Diode (biasanya disebut LED yang biasa ditemukan di lampu lalu lintas, lampu jalan, lampu rem mobil, remote dan aplikasi lainnya). Teknologi yang disebut sebagai LiFi ini menggunakan LED untuk mengirimkan data ke penerima dengan perubahan intensitas cahaya yang begitu cepat (berkedip) sehingga tidak dapat dilihat dengan kasat mata oleh indera manusia. Kecepatan transmisi data dari LiFi merupakan kecepatan yang lebih cepat berkali-kali lipat dibandingkan dengan transmisi data Wifi.

Kelebihan LiFi dapat digunakan di area sensitif seperti di rumah sakit, rekator nuklir atau pada saat di pesawat. Tidak seperti WiFi yang menggunakan gelombang radio, LiFi menggunakan cahaya sehingga tidak dilarang di area tersebut. Kekurangannya seperti teknologi baru lainnya, LiFi tidak bisa menembus dinding, sehingga LiFi hanya dapat digunakan di ruangan yang terbatas. Jika teknologi ini dibilang bisa menggantikan WiFi, rasanya harus banyak dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Untuk Sobat Dukom yang ingin merasakan teknologi LiFi, kita tunggu saja nanti perkembangannya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY