image001

Microsoft Surface atau Microsoft PixelSense memang masih sangat terasa asing ditelinga orang-orang Indonesia. Mungkin hanya mereka yang berkecimpung di dunia teknologi saja yang tahu tentang produk canggih satu ini. Pernahkah anda menonton film-film fiksi ilmiah dimana para aktor/aktris menggunakan alat canggih, alat imajinatif yang masih terasa ‘tidak mungkin’ ada saat ini? Misalnya hanya dengan meletakan sebuah kartu identitas disebuah layar komputer lalu komputer tersebut dapat langsung menampilkan data lengkap dari identitas tersebut, atau hanya dengan meletakan sebuah ponsel di atas sebuah layar maka semua data ponsel dapat terdeteksi juga, atau mengirim data dari dua perangkat berbeda hanya dengan satu sentuhan jari tanpa melakukan pairing atau menghubungkannya dengan kabel.

Ya, hal tersebut mungkin masih terasa imajinatif, namun sebenarnya teknologi tersebut sudah ada sejak tahun 2007 dalam bentuk sebuah layar meja yang diberi nama Microsoft Surface. Pada dasarnya Microsoft Surface adalah sebuah teknologi permukaan layar interaktif berbentuk seperti meja yang memiliki fungsi komputer. Tapi pada kenyataannya teknologi ini teramat sangat jauh lebih canggih dari komputer yang selama ini kita tahu.

Di umumkan pada 29 Mei 2007, Microsoft Surafce 1.0 menjadi nama awal dari Microsoft PixelSense. Memiliki bentuk seperti meja dengan permukaan layar sebesar 30 inci (1024 x 768 pixels) dengan terintegrasi PC dan lima kamera near-infrared (IR) yang dapat melihat jari-jari dan objek lain yang diletakan di atas permukaan layar. Kemera near-IR tersebut mampu mengambil gambar hingga 60 kali perdetik, sehingga layar dapat mendeteksi benda apapun yang diletakan diatasnya dan menghasilkan reaksi-reaksi menarik. Produk ini dan aplikasinya dirancang agar dapat digunakan oleh beberapa orang sekaligus dari semua sisi secara bersamaan . Ia dapat mendeteksi sentuhan multitouch hingga 52 titik, sehingga layar ini dapat dinikmati lebih dari 4 orang sekaligus.

Selain dapat mendeteksi benda yang ada dipermukaannya, ia juga dapat mendeteksi file-file yang terdapat di sebuah removable hardware seperti ponsel atau kamera tanpa kabel atau apapun itu! Dari video yang bisa kita lihat disini seseorang mengambil foto menggunakan sebuah kamera digital lalu meletakannya di permukaan layar dan seketika hasil foto tadi langsung muncul di layar tersebut. Lalu foto itu dapat langsung dikirim ke sebuah ponsel dengan mudah, hanya dengan meletakan ponsel diatas layarnya juga dan menggeserkan foto mendekati ponsel tersebut dan otomatis foto masuk ke ponsel itu, tanpa melakukan pairing, Bluetooth atau kabel. Sedikit diluar nalar memang, tapi itulah yang membuat Microsoft Surface sangat keren.

image003

Setelah beberapa tahun tidak terdengar kabarnya, pada tahun 2011 Microsoft hadir bekerja sama dengan Samsung untuk mengeluarkan produk bernama Samsung SUR40 yang menggunakan teknologi Microsoft PixelSense, teknologi yang merupakan versi baru dari Microsoft Surface. Samsung SUR40 hadir dengan layar yang lebih besar yakni 40 inci (1920 x 1080 pixels) dan terintegrasi PC serta teknologi PixelSense, yang menggantikan kamera near-IR di produk sebelumnya.

Teknologi ini lebih canggih karena memungkinkan Samsung SUR40 hadir dengan tubuh yang jauh lebih ramping dan ringan. Jika pada sebelumnya Microsoft Surface hanya dapat diletakan seperti meja kerena bobot yang mencapai 90kg, kini PixelSense dapat diletakan seperti meja, di dinding, atau di furniture lain karena bobotnya jauh lebih ringan yakni hanya 36kg. Layarnya juga menggunakan Gorilla Glass untuk ketahanan ekstra terhadap goresan dan benturan.

Hampir sama dengan fitur yang dibawanya terdahulu, PixelSense juga hadir dengan empat fitur utama yakni direct interaction (interaksi langsung), multi-touch contact (kontak multi-sentuh), multi-user experience (pengalaman penggunaan bersama), dan object recognition (pengenalan objek). Pada tampilan awal PixelSense hadir dengan tampilan ‘genangan air’, yang jika disentuh akan menimbulkan reaksi gelombang riak air seperti layaknya air yang sebenarnya.

Untuk memulai penggunaanya kita hanya perlu menekan icon ‘Surface’ yang terletak di tengah layar, setelah itu akan bermunculanlah menu-menu yang dimilikinya. Pengguna dapat berinteraksi dengan mudah bersama-sama pada sisi berbeda tanpa memerlukan mouse ataupun keyboard. Selain itu benda yang dapat dipakai sebagai input device tidak hanya sebatas benda digital saja, namun non-digital juga bisa. Misalnya, kuas lukis yang biasa dipakai di atas kanvas dapat juga digunakan untuk melukis gambar digital pada layar.

image008

Untuk menyajikan kinerja yang mumpuni, maka mereka menyematkan spesifikasi yang 2 kali lebih tinggi dari sebelumnya. CPU yang digunakan adalah AMD Athlon II X2 2.9 GHz dual-core yang disokong dengan grafis AMD Radeon HD 6570M dan memori 4GB DDR3, serta hard drive 320GB HDD.

image010

Photo: http://blogs.msdn.com

Untuk saat ini Samsung SUR40 dengan Microsoft PixelSense ini ditujukan untuk penggunaan bisnis dan pelanggan komersial dan korporasi. Secara spesifik, Samsung dan Microsoft juga memberikan kesempatan pada pihak pengembang untuk membangun aplikasi khusus yang dapat digunakan oleh konsumen dari berbagai sektor industri seperti perhotelan, ritel, sektor publik, layanan profesional, kesehatan dan keuangan. Selain itu, target pasar dari produk ini adalah Negara-negara maju seperti Negara di Amerika & Eropa serta beberapa Negara di Asia dengan harga sekitar 70 jutaan. Sayangnya Indonesia tidak termasuk dari target pasar mereka, maka dari itulah Microsoft PixelSense tidak populer di Indonesia meski tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti produk ini akan beredar di Negara ini, kita nantikan saja.

SHARE
Previous articleReview GPS TomTom Go World 2050
Next articleWow sarung ponsel ini bisa dipake ngecharge!
Berdiri pada tahun 1994, Butik Dukomsel memulai geliat usahanya dengan menjual ponsel berjaringan AMPS. Setelah itu melebarkan ekspansinya dengan menyediakan pilihan ponsel GSM setelah sistem selular digital diperkenalkan pada tahun 1995. Kini, setelah 20 tahun berdiri, Butik Dukomsel semakin meruncingkan kukunya dengan menjajakan produk lain seperti notebook, kamera, smartphone, sampai produk jam tangan legendaris asal Jepang, Casio.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY